Minggu, 11 Juli 2010

Posted by Muhamad Munandar 20.12, under | No comments


Berawal dari maraknya pertanyaan yang masuk melalui blog, Y!M, ataupun dorongan rekan-rekan sesama pecinta water rocket, maka kali ini saya mencoba berbagi tutorial cara membuat roket air atau yang akrab dikenal dengan nama "water rocket".

Tutorial ini bersifat tips sederhana dan hanya akan memperkenalkan langkah-langkah dasarnya saja. Hal ini sengaja dilakukan agar pembaca mengeksplorasi lebih lanjut sehingga dapat menghasilkan bentuk dan model roket yang jauh lebih sempurna dan menarik. Juga tidak kalah penting di dalam tulisan ini adalah penggunaan bahan-bahan yang sebisa mungkin diupayakan untuk memakai bahan-bahan yang mudah didapat di lingkungan kita, terlebih barang-barang bekas.


BAHAN-BAHAN:
1. Botol bekas air mineral ukuran 1500 ml.
2. Polyfoam.
3. Kertas karton manila/BC.
4. Sampah kertas.
5. Gunting
6. Cutter.
7. Double Tape.
8. Selotip besar.
9. Penggaris.
10. Jangka Ukur.
11. Alat tulis (pulpen/pensil).


PENJELASAN BAHAN-BAHAN:
1. Botol bekas air mineral
Disarankan untuk menggunakan botol bekas air mineral bermerk "AQUA". Sebab, dari pengalaman dan pengamatan kami, hanya botol dengan merk inilah yang memiliki kesesuaian ukuran kepala dengan nozzle yang akan digunakan dalam peluncur (launcher) kelak.
(lihat: Tutorial Cara Membuat Peluncur Roket Air selanjutnya).


2. Polyfoam
Polyfoam adalah sejenis stereofoam (bhs. jawa: gabus) namun memiliki karakteristik lebih padat. Dipilihnya bahan ini adalah agar mudah dipotong dan tidak mudah patah seperti halnya stereofoam. Biasanya dijual dalam bentuk lembaran dalam ukuran mulai 2x1 meter dengan kisaran harga Rp. 42.000,-. Bila tidak memungkinkan, dapat menggunakan stereofoam/bahan pengganti lain.


3. Kertas karton manila/BC.
Karton manila atau yang dikenal dengan kertas BC ini akan digunakan untuk membuat moncong (nose cone). Namun, bila ada kertas lain yang lebih tebal sangat disarankan untuk digunakan, seperti halnya kertas kotak nasi atau yang lebih bagus lagi kertas evory.

4. Sampah kertas.
Adalah kertas-kertas bekas (koran, buku, majalah, dll.) yang sudah tidak terpakai. Digunakan untuk menjadi pemberat pada bagian moncong (nose cone).

5. Gunting, Cutter, Double Tape, Selotip besar, Penggaris, Jangka Ukur, Alat Tulis.
Cukup jelas.

0 komentar: