
Pilihan kata yang tepat saat ini untuk menggambarkan rezim pemerintah Amerika adalah “Penjahat Dunia”, bukan “Polisi Dunia”. Ini dibuktikan karena nafsu menjajahnya yang tinggi dan sebagai pelanggar HAM di beberapa negara. Irak dan Afghanistan adalah contoh dua negara yang menjadi ladang peperangan sekaligus medan pelanggaran HAM oleh Amerika Serikat.
Bagi pemerintah Amerika kebijakan luar negerinya tetap sama: menjajah. Ketika berkuasanya George Bush yang menyulut api peperangan dengan negeri-negeri Islam setelah tragedi 11 September 2001, juga semasa presiden baru saat ini, Barrack Obama. Sudah, tak ada bedanya. Sebab, baik Bush maupun Obama, bukanlah penguasa tunggal. Ya, karena Amerika tak mungkin dipimpin oleh satu orang dan memiliki kekuasaan penuh. Tidak. Masih ada “bos-bos” yang memiliki pengaruh dan cukup kuat dalam mewujudkan tatanan dunia baru sesuai keinginan mereka.
Melihat sepak terjang Amerika Serikat selama ini, wajar jika ia menjadi musuh di mana-mana. Termasuk pada pegelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, setiap tim nasional Amerika berlaga selalu membuat repot pihak keamanan. Tempat yang dijadikan markas tim, stadion tempat bertanding, hingga jalan-jalan tertentu yang dilalui para suporter tim nasional Amerika harus steril dari orang asing sejauh 500 meter. Ketakutan yang sangat berlebih. Kabarnya, hal itu dilakukan karena adanya informasi dari badan intelijen mereka yang mengabarkan adanya ancaman yang ditujukan kepada Amerika. Padahal sebenarnya, ancaman itu diundang sendiri oleh pemerintah Amerika akibat aksi-aksi kejahatan mereka di berbagai negara, terutama di negeri-negeri muslim. Tuluykeun Maca »
Komponen Dasar Elektronika
14 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar